Iklan
Beranda / Hot News
📰 HOT NEWS

PIKI Awards 2026 Soroti Jejak Pengabdian

Nick Irwan

Nick Irwan

Jurnalis

📅 25 Oct 2026
⏱️ 21:26 WIB
⏱️ 5 min read
PIKI Awards 2026 Soroti Jejak Pengabdian

PIKI Awards 2026 mengapresiasi delapan tokoh di bidang toleransi, riset, kesehatan, kebudayaan, lingkungan, ekonomi, pendidikan, dan antikorupsi. Penghargaan ini menyoroti pengabdian nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong intelektual Kristen berkontribusi bagi bangsa melalui kerja yang berintegritas, berdampak, dan berkelanjutan.

JAKARTA, SLNPost.ID — Kerja menjaga toleransi, merawat lingkungan, memperluas akses pendidikan, hingga melawan korupsi sering berlangsung jauh dari sorotan publik. Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) mengangkat kiprah para pelaku di bidang tersebut melalui PIKI Awards 2026 yang diselenggarakan di Metro TV, Jakarta, Minggu (25/10/2026), dan disiarkan langsung pukul 20.00 WIB.

Mengusung tema “Terang Allah Membawa Kebenaran” yang merujuk Efesus 4:15, penghargaan ini mencakup delapan kategori, yakni toleransi, riset dan inovasi, kesehatan, kebudayaan, lingkungan hidup, pemberdayaan UMKM, pendidikan, dan antikorupsi. PIKI juga memberikan dua apresiasi khusus kepada lembaga filantropi dan penggiat kebebasan beribadah.

Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait mengatakan, penyelenggaraan penghargaan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang mandiri, memiliki arah kerja yang jelas, dan memberi kontribusi bagi masyarakat luas.

“Ini jadi momentum bahwa apa yang kita kerjakan selama empat bulan ini, bagaimana kita bisa berdiri di atas kekuatan sendiri, di kaki sendiri dengan mengandalkan Tuhan Yesus. Itu spirit yang kita bangun,” ujar Maruarar.

Ia menegaskan, kontribusi PIKI tidak hanya ditujukan bagi umat Kristen, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara luas. Menurut dia, organisasi ingin melahirkan sumber daya manusia berkualitas dan mendorong lebih banyak intelektual untuk mengambil bagian dalam menjawab persoalan bangsa.

Dalam kategori toleransi, PIKI memberikan penghargaan kepada Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., atas kiprahnya dalam kerja keberagaman di Maluku. Wilayah yang pernah mengalami konflik tersebut dinilai memiliki pengalaman penting dalam membangun kerukunan di tengah masyarakat majemuk.

Di bidang riset dan inovasi, penghargaan diberikan kepada Prof. (H.C.) Dr. Carina Citra Dewi Joe, B.Sc., M.Sc., Ph.D., yang berperan dalam pengembangan teknologi produksi massal vaksin Covid-19 AstraZeneca. Sementara itu, kategori kesehatan diberikan kepada dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D., Sp.B., Sp.BTKV, pendiri Yayasan Dokter Peduli atau doctorSHARE.

Sejak 2009, doctorSHARE menjalankan kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Organisasi tersebut kemudian merintis rumah sakit apung swasta pada 2013 serta mengembangkan program Dokter Terbang untuk menjangkau wilayah yang sulit memperoleh layanan medis.

Penghargaan bidang kebudayaan diberikan kepada Dr. Bambang Noorsena, S.H., B.A., M.H., atas kajian dan pengabdiannya dalam menggali warisan iman serta tradisi lintas bangsa. Untuk lingkungan hidup, PIKI memberikan penghargaan kepada Saptoyo, penggerak konservasi pesisir Sendangbiru yang sejak 1998 memadukan konservasi mangrove, perlindungan terumbu karang, dan pemberdayaan masyarakat.

Di bidang ekonomi, Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna menerima penghargaan atas kiprahnya mengembangkan usaha di Bali yang memberi ruang bagi produk UMKM lokal. Sementara itu, kategori pendidikan diberikan kepada Saur Marlina Manurung atau Butet Manurung, pendiri Sokola Rimba di Jambi yang mengembangkan pendidikan kontekstual bagi masyarakat adat.

Penghargaan antikorupsi diberikan secara anumerta kepada Prof. Dr. Artidjo Alkostar, mantan hakim agung yang dikenal melalui kiprahnya di bidang hukum dan kemudian mengabdi di Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain delapan kategori tersebut, PIKI memberikan apresiasi khusus kepada Yayasan Buddha Tzu Chi sebagai lembaga filantropi atas kerja kemanusiaannya lintas suku, agama, dan golongan. Apresiasi untuk penggiat kebebasan beribadah diberikan kepada Gugun Gumilar, Ph.D., atas konsistensinya menyuarakan jaminan konstitusional atas kebebasan beragama serta keterlibatannya di tengah masyarakat multikultural.

PIKI menyatakan, proses penjaringan dan penjurian dilakukan melalui jejaring organisasi dengan melibatkan lembaga survei independen Indikator. Menurut penyelenggara, lebih dari 30 juri dilibatkan untuk setiap kategori. Penilaian menggunakan empat dimensi, yaitu integritas, inovasi, dampak, dan keberlanjutan.

Di luar penyelenggaraan penghargaan, Maruarar memaparkan sejumlah kegiatan PIKI dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari Seminar Nasional Kesehatan di Bandung, Seminar Nasional Dana Bagi Hasil di Tentena, Poso, Simposium Energi Nasional di UPH Karawaci, hingga Seminar Nasional Hukum di Balai Kartini, Jakarta.

Organisasi tersebut juga menggelar diskusi kelompok terarah mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

PIKI, kata Maruarar, turut menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana, termasuk banjir di Sumatera Utara, gempa bumi di Flores, serta kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya dan Pontianak.

Ia juga menyebut dua rekomendasi PIKI yang mendapat respons dari pemerintah. Rekomendasi Simposium Nasional Energi, antara lain mengenai dorongan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan pemenuhan kebutuhan listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), disebut telah diterima Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Investasi Strategis menurut keterangan dalam rilis. Maruarar mengatakan pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan PIKI dalam program hilirisasi.

Rekomendasi dari Seminar Nasional Hukum juga disampaikan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin. Salah satu usulan yang disebut mendapat perhatian berkaitan dengan mekanisme kepailitan untuk penyelesaian secara kolektif bagi korban tindak pidana.

Untuk memperkuat organisasi, Maruarar mengatakan PIKI akan menyiapkan pembentukan dewan pimpinan daerah di berbagai wilayah Indonesia. Ia menyebut Barita Simanjuntak akan membantu persiapan tersebut dalam dua bulan ke depan, dengan mengandalkan semangat gotong royong.

“Saya ingin PIKI mencapai keemasan dalam lima tahun ke depan. Ukurannya dapat dipercaya, berdampak, bicara dan bisa melahirkan SDM yang berkualitas,” ujarnya.

Maruarar juga menyebut sejumlah tokoh yang menurutnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi intelektual Kristen, antara lain Johannes Leimena, T.B. Simatupang, Radius Prawiro, Sabam Sirait, dan Peter Sumbung. Ia menegaskan bahwa kontribusi organisasi tidak boleh dibatasi oleh identitas keagamaan.

Semangat tersebut sejalan dengan semboyan PIKI, Ad Caritas Et Veritas—demi kasih dan kebenaran. Melalui PIKI Awards 2026, organisasi ini menempatkan kerja nyata di berbagai bidang sebagai bentuk pengabdian yang diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berkontribusi bagi masyarakat.

PIKI didirikan di Jakarta pada 19 Desember 1963 oleh sejumlah intelektual dan tokoh nasionalis Kristen. Organisasi ini menghimpun pemikiran, penelitian, serta kontribusi kaum intelektual Kristen dalam kehidupan kebangsaan. Untuk masa bakti 2026–2031, PIKI dipimpin Maruarar Sirait sebagai ketua umum dan Benyamin Patondok sebagai sekretaris umum.

Bagikan artikel ini:

Nick Irwan

Nick Irwan

Jurnalis

Jurnalis berdedikasi dengan fokus pada berita investigasi dan human interest.

Komentar (0)

Login untuk memberikan komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Kategori Terkait