Viral di X! Istilah “SEAblings” Meledak Usai Warganet Korsel Hina Asia Tenggara
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
SLN.com, Jakarta- Kata “SEAblings” mendadak trending di platform X dan menjadi perbincangan luas warganet Asia Tenggara. Istilah ini muncul di tengah perdebatan daring yang dipicu oleh unggahan seorang warganet asal Kore...
SLN.com, Jakarta- Kata “SEAblings” mendadak trending di platform X dan menjadi perbincangan luas warganet Asia Tenggara. Istilah ini muncul di tengah perdebatan daring yang dipicu oleh unggahan seorang warganet asal Korea Selatan (Korsel) yang dinilai merendahkan warga Asia Tenggara.
Perdebatan bermula dari kehadiran seorang pengelola fansite asal Korsel di Malaysia untuk mendokumentasikan konser artis Korea Selatan. Ia menggunakan kamera berukuran besar yang disebut-sebut menghalangi pandangan penonton lain serta melanggar aturan penyelenggara konser di Malaysia.
Sejumlah penonton lokal menegur tindakan tersebut. Namun, respons yang muncul di media sosial justru meluas. Beberapa akun warganet asal Korsel memberikan tanggapan bernada negatif terhadap warga Malaysia.
Salah satu akun X, @bbongbbongboro, mengunggah cuitan yang memuat komentar tentang kualitas beras dan pernyataan yang dinilai merendahkan fisik warga Asia Tenggara dengan menyebut warna kulit sawo matang secara peyoratif. Unggahan itu kemudian tersebar luas dan menuai reaksi dari warganet berbagai negara di kawasan.
Warganet dari Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam merespons dengan kritik terhadap pernyataan tersebut. Di tengah percakapan yang berkembang, muncul istilah “SEAblings”, singkatan dari South East Asia siblings, yang digunakan untuk menyebut solidaritas antarwarga Asia Tenggara.
Tagar dan kata kunci terkait “SEAblings” pun ramai digunakan dalam diskusi lintas negara. Banyak pengguna X menyatakan dukungan terhadap sesama warga kawasan Asia Tenggara serta mengecam pernyataan yang dianggap bernuansa rasial.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana isu rasial di ruang digital dapat dengan cepat melintasi batas negara. Dalam hitungan jam, percakapan yang awalnya berkaitan dengan tata tertib konser berkembang menjadi diskusi lebih luas mengenai stereotip dan sensitivitas antarbangsa.
Secara sosiologis, interaksi warganet lintas negara di media sosial bukan hal baru. Namun, penggunaan istilah kolektif seperti “SEAblings” menunjukkan adanya narasi persaudaraan regional yang menguat di tengah perdebatan.
Dari pantauan redaksi hingga Kamis (12/02), kata “SEAblings” masih menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan di X di sejumlah negara Asia Tenggara. Perdebatan daring tersebut sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya etika komunikasi digital dan sensitivitas budaya dalam ruang publik global.
Isu ini juga memperlihatkan bagaimana media sosial dapat membentuk solidaritas lintas negara dalam waktu singkat sekaligus memperbesar dampak dari pernyataan yang dianggap merendahkan kelompok tertentu.
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
Pendiri Suara Lintas Indonesia
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Artikel Terkait
GMKI Dukung Persembahan Natal Nasional 2025 Untuk Kemanusiaan Palestina
22 Nov 2025, 03:18 WIB
Gerakan Nurani Bangsa Sampaikan 5 Pesan Kebangsaan di Tengah Gelombang Demonstrasi
03 Sep 2025, 11:20 WIB
Menteri ESDM Bahlil Klarifikasi: Indonesia Tidak Akan Impor LNG dari AS, Hanya LPG dan Minyak Mentah
30 Apr 2025, 06:57 WIB
Dedi Mulyadi Tak Gentar Ultimatum Jubir GRIB Jaya: Negara Harus Lawan Premanisme
30 Apr 2025, 06:19 WIB
Hasan Nasbi Resmi Mundur dari Kepala PCO
30 Apr 2025, 06:00 WIB
Sambutan Ketum PGI pada Resepsi Interfaith PBNU bersama Imam Besar Al-Azhar, Mesir
10 Jul 2024, 06:03 WIB
Artikel Lainnya
Daniel Yusmic P Foekh Terima Penghargaan Figur Hukum API 2025 di Kalimantan Tengah
16 Nov 2025, 07:10 WIB
Wahyu Kenzo Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Korban Berikan Apresiasi Atas Kinerja Penegak Hukum
19 Jan 2024, 11:38 WIB
Kementerian ATR/BPN Percepat Layanan dengan Digitalisasi Pertanahan
04 Feb 2025, 03:47 WIB
Cinta Tak Selalu 14 Februari: Tradisi Romantis Nusantara yang Lebih Tua dari Valentine
14 Feb 2026, 16:53 WIB
Opening GEM Indonesia Solartech Indonesia 2023, Lighting 2023, Battery & Energy Storage 2023, Smart Home
02 Mar 2023, 05:31 WIB
Pendaftaran Tanah Wakaf Meningkat Signifikan, Menteri Nusron: Gandeng Kepala KUA dan Kekuatan Masyarakat
22 Oct 2025, 12:40 WIB
Artikel Lainnya
Daniel Yusmic P Foekh Terima Penghargaan Figur Hukum API 2025 di Kalimantan Tengah
16 Nov 2025, 07:10 WIB
Wahyu Kenzo Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Korban Berikan Apresiasi Atas Kinerja Penegak Hukum
19 Jan 2024, 11:38 WIB
Kementerian ATR/BPN Percepat Layanan dengan Digitalisasi Pertanahan
04 Feb 2025, 03:47 WIB
Cinta Tak Selalu 14 Februari: Tradisi Romantis Nusantara yang Lebih Tua dari Valentine
14 Feb 2026, 16:53 WIB
Opening GEM Indonesia Solartech Indonesia 2023, Lighting 2023, Battery & Energy Storage 2023, Smart Home
02 Mar 2023, 05:31 WIB
Pendaftaran Tanah Wakaf Meningkat Signifikan, Menteri Nusron: Gandeng Kepala KUA dan Kekuatan Masyarakat
22 Oct 2025, 12:40 WIB
