Joane Win Dalami Sosok Auw Tjoei Lan Selama Setahun
Nick Irwan
Jurnalis
Selama setahun, Joane Win mendalami sosok Auw Tjoei Lan, perempuan Tionghoa yang memperjuangkan perempuan dan anak korban perdagangan manusia pada masa kolonial. Melalui teater Njonja Ati Soetji, Regina Art mengangkat kembali kisah kemanusiaan yang mengingatkan bahwa kepedulian sejati harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Pementasan berlangsung 30–31 Oktober 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta
JAKARTA — Memerankan tokoh sejarah tidak cukup dengan menghafal dialog dan mengikuti arahan sutradara. Ada proses panjang untuk memahami pemikiran, pengalaman, dan nilai hidup sosok yang dihidupkan kembali di atas panggung. Proses itulah yang dijalani Joane Win saat mempersiapkan diri memerankan Auw Tjoei Lan, perempuan Tionghoa yang dikenal dengan nama Njonja Ati Soetji.
Selama kurang lebih satu tahun, Joane mendalami karakter Auw Tjoei Lan melalui buku dan wawancara langsung dengan cucu tokoh tersebut. Baginya, mengenal latar belakang dan perjalanan hidup Auw Tjoei Lan menjadi bagian penting untuk menghadirkan karakter yang tidak berhenti pada penampilan, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkannya.
“Tim ini sungguh solid. Mereka latihan sendiri-sendiri, tetapi bisa langsung klik saat latihan bersama,” ujar Joane saat ditemui di sela latihan persiapan pementasan di Ad Studio, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026).
Joane mengatakan, persiapan pertunjukan yang dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 itu telah mencapai sekitar 80 persen. Ia mengaku tidak menemukan kendala berarti dalam proses latihan sejauh ini. Menurut dia, kekompakan para pemain menjadi salah satu faktor yang membantu proses penyatuan karakter dan permainan di panggung.
“Saya tidak melihat ada kesulitan, ya, dalam sesi persiapan menjelang pementasan tanggal 30–31 Oktober mendatang. Saat ini sudah 80 persen persiapan,” katanya.
Namun, tantangan utama dalam memerankan Auw Tjoei Lan bukan semata-mata terletak pada kesiapan teknis pertunjukan. Proses pendalaman karakter juga menuntut Joane memahami alasan di balik tindakan tokoh yang diperankannya, terutama dalam merespons persoalan sosial pada zamannya.
Auw Tjoei Lan dikenal atas kiprahnya membantu perempuan dan anak-anak yang menjadi korban perdagangan manusia pada masa kolonial. Perjuangannya menjadi bagian dari sejarah kemanusiaan yang diangkat Regina Art melalui pementasan Njonja Ati Soetji.
Bagi Joane, hal yang paling membekas dari perjalanan hidup Auw Tjoei Lan adalah keberaniannya menerjemahkan kepedulian menjadi tindakan nyata. Nilai tersebut, menurut dia, tetap relevan di tengah kehidupan masyarakat saat ini, ketika kepedulian kerap disampaikan melalui berbagai platform digital, tetapi tidak selalu diikuti tindakan langsung.
“Cinta kasih kepada sesama itu harus berani diwujudnyatakan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh banyak orang. Gak bisa cuma sekadar kayak zaman sekarang ini, tulis-tulis status di media sosial. Apa tindakan kita?” ujar Joane.
Pernyataan itu memperlihatkan pesan yang ingin ia tangkap dari karakter Auw Tjoei Lan, kepedulian tidak berhenti pada ungkapan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan yang memberi manfaat bagi orang lain. Bagi Joane, warisan seorang tokoh tidak hanya diukur dari seberapa lama namanya dikenang, tetapi juga dari dampak yang ditinggalkan bagi kehidupan sesama.
Apresiasi terhadap pengangkatan kisah tersebut juga disampaikan Helga Abraham, Ketua Umum Perwanti–PSMTI (Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia di bawah Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) periode 2026–2030. Menurut Helga, pementasan ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Auw Tjoei Lan kepada masyarakat yang belum mengenal perjalanan hidup dan kiprahnya.
“Pementasan Njonja Ati Soetji ini sangat bagus. Kita bisa tahu sejarah yang sebelumnya banyak belum mengenal Auw Tjoei Lan, jadi mengetahui sosok inspiratif ini,” kata Helga yang ikut hadir di lokasi latihan.
Ia berharap Regina Art terus menghadirkan karya yang mengangkat kisah-kisah inspiratif dan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi bagi kehidupan sosial, bangsa, dan negara.
Pementasan Njonja Ati Soetji dijadwalkan berlangsung pada 30 dan 31 Oktober 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta. Melalui peran yang dijalaninya, Joane Win berupaya membawa kembali kisah Auw Tjoei Lan ke hadapan penonton. Kisah tersebut sekaligus mengajak masyarakat melihat kembali bagaimana keberanian dan kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata.
Nick Irwan
Jurnalis
Jurnalis berdedikasi dengan fokus pada berita investigasi dan human interest.
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Jadi Pembina Apel Akbar KAPTI-AGRARIA, Wamen ATR/Waka BPN: Alumni KAPTI Telah Berkontribusi terhadap Bangsa dan Negara
27 Feb 2023, 02:47 WIB
"Elektabilitas Tri Adhianto Melesat: Semakin Kokoh di Bursa Pilkada Kota Bekasi"
20 Sep 2024, 03:10 WIB
PSI Targetkan 3 Juta Suara di Jawa Barat
21 Apr 2023, 07:21 WIB
PGI Belum Tentukan Sikap Rencana KUA Sebagai tempat pencatatan sipil semua agama
14 Mar 2024, 15:00 WIB
OST “Dopamin” Jadi Sorotan: Hindia, Reality Club, dan Ali Perkuat Emosi Film Baru Starvision & Karuna Pictures
18 Nov 2025, 05:14 WIB
Srikandi Polri Gelar Jumat Curhat di Rumah Warga Pulau Lancang
10 Feb 2023, 03:46 WIB
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Jadi Pembina Apel Akbar KAPTI-AGRARIA, Wamen ATR/Waka BPN: Alumni KAPTI Telah Berkontribusi terhadap Bangsa dan Negara
27 Feb 2023, 02:47 WIB
"Elektabilitas Tri Adhianto Melesat: Semakin Kokoh di Bursa Pilkada Kota Bekasi"
20 Sep 2024, 03:10 WIB
PSI Targetkan 3 Juta Suara di Jawa Barat
21 Apr 2023, 07:21 WIB
PGI Belum Tentukan Sikap Rencana KUA Sebagai tempat pencatatan sipil semua agama
14 Mar 2024, 15:00 WIB
OST “Dopamin” Jadi Sorotan: Hindia, Reality Club, dan Ali Perkuat Emosi Film Baru Starvision & Karuna Pictures
18 Nov 2025, 05:14 WIB
Srikandi Polri Gelar Jumat Curhat di Rumah Warga Pulau Lancang
10 Feb 2023, 03:46 WIB


