Iklan
Beranda / Religi
📰 RELIGI

Pesparawi XIV Usung Semangat Ekoteologi

Nick Irwan

Nick Irwan

Jurnalis

📅 03 Jun 2026
⏱️ 16:16 WIB
⏱️ 2 min read
Pesparawi XIV Usung Semangat Ekoteologi

"Pesparawi Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada Juni 2026 tidak hanya menjadi ajang paduan suara gerejawi, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia".

Sln.Id, Jakarta- Pesparawi Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada Juni 2026 tidak hanya menjadi ajang paduan suara gerejawi, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, saat membuka rangkaian Kick Off Pesparawi Nasional XIV di Gedung HM Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Nasaruddin, tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan” dipilih untuk mendorong kesadaran bahwa nilai keagamaan dan kepedulian terhadap alam tidak dapat dipisahkan.

“Melalui Pesparawi Nasional XIV, kita ingin menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” kata Nasaruddin.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, panitia akan menerapkan sejumlah praktik ramah lingkungan selama penyelenggaraan kegiatan. Di antaranya penggunaan tumbler pribadi, pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta penerapan pola hidup berkelanjutan di lingkungan acara.

Selain isu lingkungan, Menteri Agama menilai Pesparawi juga menjadi ruang memperkuat persatuan bangsa melalui musik dan seni gerejawi. Menurut dia, harmoni dalam paduan suara mencerminkan kehidupan Indonesia yang dibangun dari keberagaman.

“Harmoni tidak lahir dari keseragaman. Harmoni tercipta ketika berbagai suara yang berbeda mampu berpadu dalam satu tujuan yang sama,” ujarnya

Nasaruddin juga mengaitkan semangat tersebut dengan kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia yang terus menunjukkan perkembangan positif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga dan merawat capaian tersebut agar Indonesia tetap dikenal sebagai negara yang mampu merawat keberagaman.

Pesparawi Nasional XIV diperkirakan diikuti sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi. Mereka akan berkompetisi dalam 12 kategori lomba yang menampilkan ragam tradisi musik gerejawi dari berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung, mengatakan Kick Off menjadi penanda dimulainya seluruh tahapan persiapan menuju perhelatan nasional tersebut.

“Kami berharap dukungan dan kolaborasi semua pihak agar penyelenggaraan Pesparawi dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang luas bagi umat, masyarakat, serta bangsa Indonesia,” kata Jeane.

Acara peluncuran dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani Sirua, Ketua DPRD Manokwari, Ketua Harian Panitia Pesparawi Nasional XIV Jacob Fonataba, pimpinan aras gereja nasional, pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), serta jajaran pejabat Kementerian Agama.

Pemerintah berharap Pesparawi Nasional XIV tidak hanya menjadi panggung paduan suara gerejawi, tetapi juga momentum memperkuat moderasi beragama, menjaga lingkungan hidup, serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk

Bagikan artikel ini:

Nick Irwan

Nick Irwan

Jurnalis

Jurnalis berdedikasi dengan fokus pada berita investigasi dan human interest.

Komentar (0)

Login untuk memberikan komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Kategori Terkait