Pesparawi XIV Usung Semangat Ekoteologi
Nick Irwan
Jurnalis
"Pesparawi Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada Juni 2026 tidak hanya menjadi ajang paduan suara gerejawi, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia".
Sln.Id, Jakarta- Pesparawi Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada Juni 2026 tidak hanya menjadi ajang paduan suara gerejawi, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, saat membuka rangkaian Kick Off Pesparawi Nasional XIV di Gedung HM Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Nasaruddin, tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan” dipilih untuk mendorong kesadaran bahwa nilai keagamaan dan kepedulian terhadap alam tidak dapat dipisahkan.
“Melalui Pesparawi Nasional XIV, kita ingin menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” kata Nasaruddin.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, panitia akan menerapkan sejumlah praktik ramah lingkungan selama penyelenggaraan kegiatan. Di antaranya penggunaan tumbler pribadi, pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta penerapan pola hidup berkelanjutan di lingkungan acara.
Selain isu lingkungan, Menteri Agama menilai Pesparawi juga menjadi ruang memperkuat persatuan bangsa melalui musik dan seni gerejawi. Menurut dia, harmoni dalam paduan suara mencerminkan kehidupan Indonesia yang dibangun dari keberagaman.
“Harmoni tidak lahir dari keseragaman. Harmoni tercipta ketika berbagai suara yang berbeda mampu berpadu dalam satu tujuan yang sama,” ujarnya
Nasaruddin juga mengaitkan semangat tersebut dengan kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia yang terus menunjukkan perkembangan positif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga dan merawat capaian tersebut agar Indonesia tetap dikenal sebagai negara yang mampu merawat keberagaman.
Pesparawi Nasional XIV diperkirakan diikuti sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi. Mereka akan berkompetisi dalam 12 kategori lomba yang menampilkan ragam tradisi musik gerejawi dari berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung, mengatakan Kick Off menjadi penanda dimulainya seluruh tahapan persiapan menuju perhelatan nasional tersebut.
“Kami berharap dukungan dan kolaborasi semua pihak agar penyelenggaraan Pesparawi dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang luas bagi umat, masyarakat, serta bangsa Indonesia,” kata Jeane.
Acara peluncuran dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani Sirua, Ketua DPRD Manokwari, Ketua Harian Panitia Pesparawi Nasional XIV Jacob Fonataba, pimpinan aras gereja nasional, pengurus Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), serta jajaran pejabat Kementerian Agama.
Pemerintah berharap Pesparawi Nasional XIV tidak hanya menjadi panggung paduan suara gerejawi, tetapi juga momentum memperkuat moderasi beragama, menjaga lingkungan hidup, serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk
Nick Irwan
Jurnalis
Jurnalis berdedikasi dengan fokus pada berita investigasi dan human interest.
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Tagar Terkait
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Setya Kita Pancasila DPW Sulut Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Perkamil
28 Mar 2025, 09:52 WIB
Melalui BAP DPD RI, Menteri Nusron Tanggapi Pengaduan Soal Tanah di Food Estate Papua Selatan dan NTB
29 Nov 2024, 03:09 WIB
Sat Polair Edukasi Nelayan Terapkan Prosedur Keselamatan Berlayar
14 Feb 2023, 12:32 WIB
TKK 5 Penabur Jakarta Rayakan Natal Dengan Sukacita
04 Dec 2024, 07:42 WIB
Kementerian ATR/BPN Dorong Pendaftaran Tanah Ulayat di NTT, Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat
22 Sep 2025, 04:28 WIB
Kasih dan Pendidikan: Membangun Masa Depan yang Lebih Cerah bagi Indonesia
21 May 2025, 05:44 WIB
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Setya Kita Pancasila DPW Sulut Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Perkamil
28 Mar 2025, 09:52 WIB
Melalui BAP DPD RI, Menteri Nusron Tanggapi Pengaduan Soal Tanah di Food Estate Papua Selatan dan NTB
29 Nov 2024, 03:09 WIB
Sat Polair Edukasi Nelayan Terapkan Prosedur Keselamatan Berlayar
14 Feb 2023, 12:32 WIB
TKK 5 Penabur Jakarta Rayakan Natal Dengan Sukacita
04 Dec 2024, 07:42 WIB
Kementerian ATR/BPN Dorong Pendaftaran Tanah Ulayat di NTT, Lindungi Hak Masyarakat Hukum Adat
22 Sep 2025, 04:28 WIB
Kasih dan Pendidikan: Membangun Masa Depan yang Lebih Cerah bagi Indonesia
21 May 2025, 05:44 WIB


