NSIG Bidik Investasi Berkualitas
Nick Irwan
Jurnalis
North Sulawesi Investment Group (NSIG) resmi diperkenalkan sebagai lembaga independen yang menawarkan pendekatan baru dalam pendampingan investasi di Sulawesi Utara dan Indonesia Timur.
Slnpost, Manado – North Sulawesi Investment Group (NSIG) memperkenalkan diri sebagai lembaga pendamping investasi yang membidik Sulawesi Utara dan Indonesia Timur. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pengembangan kawasan timur Indonesia, NSIG menyatakan akan berperan sebagai penghubung antara investor, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agar investasi yang masuk berjalan sesuai tata kelola, kepatuhan hukum, dan prinsip keberlanjutan.
Bernaung di bawah PT Nusantara Sinergi Investama Global (PT NSIG), lembaga ini menyatakan siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, investor, dan komunitas lokal dalam mengembangkan potensi Sulawesi Utara serta kawasan Indonesia Timur. NSIG menegaskan posisinya bukan sebagai investor, melainkan konsultan bisnis independen yang menjembatani kebutuhan pemodal dengan peluang usaha di daerah.
Managing Director NSIG, Corry Angelica Waleleng, ketika ditemui (23/07) di Jakarta mengatakan, Indonesia Timur memiliki sumber daya alam dan potensi ekonomi yang besar. Menurut dia, tantangan yang dihadapi bukan semata menarik investasi, melainkan memastikan investasi tersebut berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik serta mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
"Kami hadir untuk memberikan solusi nyata di lapangan. NSIG berfungsi sebagai mitra strategis yang memastikan arus investasi yang masuk ke Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Utara, baik di sektor infrastruktur fisik maupun pengelolaan sumber daya laut, berjalan secara bersih, patuh hukum, dan minim risiko sosial maupun lingkungan," kata Corry kepada SLNpost.
Menurutnya, NSIG ingin menjadi penghubung yang mempertemukan potensi lokal dengan jaringan investor global melalui proses yang profesional dan akuntabel.
Sebagai langkah konkret, NSIG menjalankan fungsi sebagai konsultan bisnis independen yang memfasilitasi konektivitas business to business (B2B) maupun business to government (B2G). Pendampingan tersebut dilakukan melalui riset potensi daerah, penyusunan analisis investasi, hingga penyelenggaraan forum business matching yang mempertemukan calon investor dengan pemerintah daerah maupun pelaku usaha.
"Sebagai langkah konkret, NSIG bertindak sebagai konsultan bisnis independen yang memfasilitasi konektivitas B2B dan B2G, sekaligus menjadi jembatan antara pemodal global dengan potensi lokal di Sulawesi Utara dan Indonesia Timur. Melalui riset komprehensif terkait potensi daerah, NSIG secara aktif merancang forum temu bisnis (business matching) dan menyediakan pemetaan analisis yang presisi," ujarnya.
Corry mengatakan pendekatan tersebut dirancang agar setiap investasi yang difasilitasi tidak hanya layak secara komersial, tetapi juga mampu mendorong pembangunan daerah secara berkelanjutan.
"Langkah ini memastikan bahwa setiap investasi yang masuk tidak hanya strategis secara komersial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.
NSIG memfokuskan pendampingannya pada sejumlah sektor strategis, antara lain pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, pariwisata, penyedia jasa, pertambangan, serta infrastruktur. Lembaga itu juga menyatakan ingin mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas.
Sebagai bagian dari upaya membangun jejaring internasional, pada 2 Juli 2026 yang lalu Corry bersama tim mempresentasikan potensi investasi Sulawesi Utara di Shenzhen, China. Menurut NSIG, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan awal dengan mitra bisnis dari China dan firma hukum internasional untuk membuka peluang kerja sama investasi.

Corry mengatakan ketertarikan pelaku usaha China terhadap Indonesia didorong oleh besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Namun, menurut dia, NSIG akan selektif dalam menjembatani calon investor.
"Sekarang ini minat pelaku usaha dari China terhadap Indonesia sangat besar, terutama karena potensi sumber daya alam yang kita miliki. Namun kami memilih investor yang benar-benar memiliki komitmen membangun daerah, bukan sekadar mengambil sumber daya. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pengembangan industri kelapa. Harapannya, kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Sulawesi Utara," ujarnya.
Dii tengah inisiatif tersebut, pemerintah juga terus mendorong pemerataan investasi ke berbagai daerah. Dikutip redaksi (24/07) dari laman resmi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pemerintah menempatkan pemerataan investasi, hilirisasi industri, dan pengembangan potensi daerah sebagai bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing Indonesia.
Sementara itu, dikutip redaksi (24/07) dari laman resmi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Utara, pemerintah daerah telah menetapkan sejumlah sektor prioritas investasi, antara lain pertanian, perikanan, industri pengolahan, pariwisata, energi, dan infrastruktur. Pemerintah juga mempublikasikan buku potensi investasi sebagai panduan bagi calon investor yang ingin mengembangkan usaha di Sulawesi Utara.
Data tersebut menunjukkan bahwa sektor-sektor yang menjadi fokus pendampingan NSIG pada dasarnya sejalan dengan prioritas pembangunan investasi yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, efektivitas model pendampingan yang ditawarkan NSIG masih akan bergantung pada realisasi proyek investasi yang berhasil difasilitasi, kualitas kemitraan yang dibangun, serta dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.
Ke depan, NSIG membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota, asosiasi dunia usaha, akademisi, hingga lembaga pembangunan internasional. Bagi NSIG, peluncuran lembaga ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan model pendampingan investasi yang diharapkan mampu menjembatani kepentingan investor dengan agenda pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.
Nick Irwan
Jurnalis
Jurnalis berdedikasi dengan fokus pada berita investigasi dan human interest.
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Tagar Terkait
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Perayaan HUT Ke-79 TNI di Lanud Iswahjudi: Peresmian Gapura Utama dan Penyerahan Rumah Dinas
06 Oct 2024, 02:45 WIB
Film “Bolehkah Sekali Saja Kumenangis” Siap Hadir di Bioskop, Angkat Isu Kesehatan Mental
10 Oct 2024, 14:35 WIB
Jambore Futsal Anak VIII Dorong Anak Cerdas Digital dan Aktif Bergerak
06 Oct 2025, 07:12 WIB
Tiga Abad Matraman
28 Jul 2026, 19:13 WIB
Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Menteri Nusron Perkuat Digitalisasi Pertanahan untuk Melawan Mafia Tanah
21 Oct 2025, 15:10 WIB
Senior GMKI Gelar Perayaan Paskah dan Kebangkitan Yesus Kristus
18 May 2024, 10:37 WIB
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Perayaan HUT Ke-79 TNI di Lanud Iswahjudi: Peresmian Gapura Utama dan Penyerahan Rumah Dinas
06 Oct 2024, 02:45 WIB
Film “Bolehkah Sekali Saja Kumenangis” Siap Hadir di Bioskop, Angkat Isu Kesehatan Mental
10 Oct 2024, 14:35 WIB
Jambore Futsal Anak VIII Dorong Anak Cerdas Digital dan Aktif Bergerak
06 Oct 2025, 07:12 WIB
Tiga Abad Matraman
28 Jul 2026, 19:13 WIB
Setahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Menteri Nusron Perkuat Digitalisasi Pertanahan untuk Melawan Mafia Tanah
21 Oct 2025, 15:10 WIB
Senior GMKI Gelar Perayaan Paskah dan Kebangkitan Yesus Kristus
18 May 2024, 10:37 WIB


