Iklan
Beranda / Pendidikan
📰 PENDIDIKAN

Al-Zaytun Usulkan 500 Pusat Pendidikan Nasional

Elly Wati Simatupang

Elly Wati Simatupang

Jurnalis

📅 02 Jun 2026
⏱️ 22:49 WIB
⏱️ 2 min read
Al-Zaytun Usulkan 500 Pusat Pendidikan Nasional

Al-Zaytun menghimpun 50 profesor dan akademisi dari berbagai bidang untuk membahas gagasan pembangunan 500 pusat pendidikan berasrama terintegrasi di Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung Indonesia Emas 2045.

SLNpost.id, Indramayu - Lembaga pendidikan Al-Zaytun mengumpulkan sekitar 50 profesor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas gagasan pembangunan 500 pusat pendidikan berasrama terintegrasi di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam sebuah simposium yang digelar di kompleks Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, Ahad (31/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian diskusi yang telah berlangsung sejak 2025 mengenai transformasi pendidikan nasional menuju Indonesia Emas.

Penggagas program tersebut, Panji Gumilang, mengatakan bahwa konsep pendidikan berasrama yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Pendidikan harus mampu menghasilkan lulusan yang siap berkarya dan menjawab kebutuhan pembangunan bangsa,” ujar Panji dalam pemaparannya.

Dalam rancangan yang dibahas, setiap pusat pendidikan direncanakan dibangun di tingkat kabupaten atau kota dengan kawasan pendidikan yang terintegrasi antara proses belajar, pengembangan keterampilan, penelitian, dan aktivitas produksi.

Konsep tersebut menempatkan pendidikan vokasi sebagai fokus utama. Dari total peserta didik yang direncanakan ditampung, sekitar 90 persen diarahkan pada jalur politeknik dan pendidikan keterampilan, sementara 10 persen lainnya pada pendidikan akademik.

Menurut penyelenggara, model tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri sehingga lulusan dapat lebih cepat terserap ke dunia kerja.

Selain membahas desain kelembagaan pendidikan, para peserta simposium juga mendiskusikan pengembangan kurikulum berbasis LSTEAMS, yakni Law, Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, dan Spirituality.

Dalam konsep itu, pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter, kesadaran hukum, etika, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Selama satu tahun terakhir, Al-Zaytun secara rutin menggelar kuliah umum dan pelatihan yang menghadirkan para profesor dari berbagai disiplin ilmu. Sejumlah nama yang terlibat antara lain Yohanes Surya, Imam Suprayogo, Sri Widiyantoro, Rokhmin Dahuri, Riyanarto Sarno, Hardinsyah, dan sejumlah akademisi lainnya.

Hasil simposium dijadwalkan disampaikan kepada publik pada Senin (1/6/2026) di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin Al-Zaytun, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila.

Panitia menilai momentum tersebut relevan untuk memperkuat diskusi mengenai arah pembangunan pendidikan nasional yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan kebutuhan pembangunan Indonesia di masa depan.

Melalui forum tersebut, Al-Zaytun berharap berbagai gagasan yang lahir dari kalangan akademisi dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pengembangan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Bagikan artikel ini:

Elly Wati Simatupang

Elly Wati Simatupang

Jurnalis

Pendiri Suara Lintas Indonesia

Komentar (0)

Login untuk memberikan komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Kategori Terkait