Barus: Kota Aulia
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
suaralintasnusantara.com - Beberapa daerah kabupaten/kota di Indonesia, khususnya di Jawa, boleh menyebut daerahnya sebagai 'Kota Santri', tetapi sampai saat ini belum ada satu daerah pun yang mengklaim daerahnya sebagai...
suaralintasnusantara.com - Beberapa daerah kabupaten/kota di Indonesia, khususnya di Jawa, boleh menyebut daerahnya sebagai 'Kota Santri', tetapi sampai saat ini belum ada satu daerah pun yang mengklaim daerahnya sebagai 'Kota Aulia'.
Barus layak dan seharusnya disematkan sebagai Kota Aulia, yaitu kota para sahabat Nabi. Di kota ini, terdapat 44 makam aulia bertarikh abad ke-7 Masehi. Sebagai perbandingan, di Jawa ada Wali Songo, yaitu tokoh ulama pendakwah dan penyebar agama Islam abad ke - 16 dan ke - 17. Coba kita bayangkan, di Jawa, penyebaran agama Islam dimulai abad ke - 16 dan 17, di Barus abad ke - 7.
Tidak heran, Presiden Joko Widodo, meresmikan Kota Barus sebagai Titik Nol Peradaban Islam Nusantara, Jumat, 24/04/2017. Kemudian, Wapres Ma'ruf Amin, melakukan kunjungan ke Barus menghadiri acara "Barus Bershalawat untuk Indonesia", Rabu, 15/02/2023.
Hari ini, puncak peringatan Hari Santri Nasional, dipusatkan di Kota Barus, dihadiri oleh Menteri Muhaimin Iskandar, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang dan sejumlah tokon nasional dan lokal dari Kabupaten/Kota, Rabu, 22/10/2025.
Barus, dahulu dikenal dengan nama Fansur, terletak di pesisir Pantai Barat, Sumatera Utara, merupakan pelabuhan kosmopolitan, sejak abad ke - 7 Masehi, yaitu pelabuhan yang terhubung secara internasional dengan pelabuhan kuno lainnya. Kota kuno Barus senantiasa mengingatkan kita pada komoditas aromatik 'kapur Barus' (kamper dengan aroma khas yang kuat), konon merupakan salah satu komoditas yang digunakan untuk mumifikasi Firaun dalam peradaban Mesir Kuno. Bahkan, menurut sejumlah ahli bahasa, kapur Barus, adalah satu-satunya kata dari Nusantara yang serapannya disebutkan dalam Alquran : "kafur" (dalam Surah Al - Insan ayat 5).
Barus dikenal sebagai kota tertua di Nusantara. Tetapi, sampai saat ini, belum ada kajian untuk memastikan Kota Barus telah ada sejak kapan, hari lahir (harlah) Kota Barus.
Sebagai seorang yang lahir, tumbuh dan besar di Barus dan Tapanuli Tengah, dengan bangga saya mengusulkan khususnya kepada tokoh-tokoh dari Barus untuk bersama-sama kita mulai membuat kajian untuk menetapkan hari lahir (harlah) Kota Barus, dan menetapkan Kota Barus Kota Aulia.
Dengan demikian, ke depan, dapat diadakan agenda tahunan di Kota Barus sebagai Kota Aulia. Barus akan mendapatkan manfaat ekonomis sebagai kota tujuan wisata religi. Dan yang paling penting, kita dapat mencari kembali akar penyebaran Islam di Nusantara, karakteristik dan nilai-nilai awal keIslaman yang dibawa dan disebarkan langsung oleh aulia dan para sahabat Nabi di Kota Barus.
Dani Hotron Tampubolon, SH, MH
(Sekretaris Umum DPP Keluarga Besar Masyarakat Tapanuli Tengah dan Sibolga - Gabema Tapteng Sibolga 2024 - 2029)
(Sekretaris Yayasan Barus Raya Bertuah - YBRB)
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
Pendiri Suara Lintas Indonesia
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Artikel Terkait
Spiritualitas dan Mesin Pencari
15 Dec 2025, 07:12 WIB
Panggung di Atas Pundak yang Lelah
08 Dec 2025, 09:13 WIB
Tapanuli Tengah–Sibolga Blackout: Negara Wanprestasi, Gagal Lindungi Warga
28 Nov 2025, 05:51 WIB
Bisnis Beretika, Ekonomi Berdaya: Menguatkan Fondasi Bangsa
07 Nov 2025, 11:42 WIB
Mengokohkan Asas Kesetaraan di Indonesia
04 Oct 2025, 06:54 WIB
Gagasan Partai Kristen: Perlukah?
01 Oct 2025, 07:50 WIB
Artikel Lainnya
Sertipikasi Tanah Wakaf, Langkah Nyata Pemerintah Berikan Kepastian Hukum untuk Aset Keagamaan
02 Mar 2024, 05:55 WIB
Menteri Nusron Pastikan Ketersediaan Tanah Telantar Cukup untuk Mendukung Program 3 Juta Rumah
20 Dec 2024, 14:14 WIB
Jadi Gerbang IKN, Digitalisasi Dipacu di Balikpapan
27 Feb 2023, 09:19 WIB
Pengurus PGLII Kunjungan Silaturahmi dengan Ketua Umum dan Pengurus MATAKIN di Klenteng Kong Mio TMII
28 Jun 2024, 11:14 WIB
Tak Ada Ijin, Tempat Ibadah GKPS Purwakarta Ditutup
03 Apr 2023, 06:26 WIB
Targetkan Realisasi Hingga 98%, Menteri Nusron Laporkan Progres Capaian Anggaran dalam RDP Komisi II DPR RI
24 Nov 2025, 12:46 WIB
Artikel Lainnya
Sertipikasi Tanah Wakaf, Langkah Nyata Pemerintah Berikan Kepastian Hukum untuk Aset Keagamaan
02 Mar 2024, 05:55 WIB
Menteri Nusron Pastikan Ketersediaan Tanah Telantar Cukup untuk Mendukung Program 3 Juta Rumah
20 Dec 2024, 14:14 WIB
Jadi Gerbang IKN, Digitalisasi Dipacu di Balikpapan
27 Feb 2023, 09:19 WIB
Pengurus PGLII Kunjungan Silaturahmi dengan Ketua Umum dan Pengurus MATAKIN di Klenteng Kong Mio TMII
28 Jun 2024, 11:14 WIB
Tak Ada Ijin, Tempat Ibadah GKPS Purwakarta Ditutup
03 Apr 2023, 06:26 WIB
Targetkan Realisasi Hingga 98%, Menteri Nusron Laporkan Progres Capaian Anggaran dalam RDP Komisi II DPR RI
24 Nov 2025, 12:46 WIB
