Iklan
Beranda / Hiburan
🎬 HIBURAN

Fantasy Land Sukses Dipentaskan

Nick Irwan

Nick Irwan

Jurnalis

📅 19 Jul 2026
⏱️ 00:58 WIB
⏱️ 3 min read
Fantasy Land Sukses Dipentaskan

Seorang anak menangis di tengah pertunjukan, tetapi tak ada yang memintanya keluar. Itulah salah satu momen yang membuat Fantasy Land karya Regina Art menuai apresiasi.

SLNpost, JAKARTA — Riuh tepuk tangan menutup pementasan Fantasy Land di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (19/7). Selama hampir satu jam, panggung dipenuhi warna-warni dunia fantasi yang membawa penonton mengikuti perjalanan Luna, seorang anak yang perlahan mengubah rasa takut menjadi keberanian.

Sejak pintu pertunjukan dibuka, kursi penonton telah dipenuhi keluarga yang datang bersama anak-anak mereka. Balita, anak usia sekolah, remaja hingga orang tua tampak memenuhi ruang pertunjukan. Beberapa penonton bahkan harus menunggu sesi berikutnya karena tingginya minat masyarakat menyaksikan pementasan yang digelar dalam rangka Hari Anak Nasional 2026 tersebut.

Lampu panggung perlahan meredup. Musik pembuka mengalun pelan. Di layar besar, kamar tidur Luna muncul sebagai latar cerita. Dunia nyata kemudian berganti menjadi negeri fantasi penuh warna, dihuni karakter naga, peri, unicorn, kelinci, ular, dan berbagai tokoh lain yang mengajak penonton memasuki imajinasi seorang anak.

Sepanjang pertunjukan, respons penonton menjadi bagian menarik dari suasana teater. Tawa anak-anak beberapa kali pecah ketika para pemain berinteraksi dari atas panggung. Ada pula anak yang spontan menjawab dialog para tokoh, melambaikan tangan, bahkan berdiri sesaat mengikuti irama lagu.

Di salah satu bagian pertunjukan, seorang anak terdengar menangis. Suasana tetap berlangsung tenang. Para pemain tidak menghentikan adegan, melainkan tetap menjaga ritme pementasan sambil membiarkan keluarga mendampingi anak tersebut. Momen itu berlangsung singkat tanpa mengganggu jalannya cerita.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep yang sejak awal dikembangkan Regina Art, yakni menghadirkan pertunjukan yang ramah bagi seluruh anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Pendiri Regina Art sekaligus penulis naskah Fantasy Land, Joane Win, sebelumnya menjelaskan bahwa para pemain telah dipersiapkan menghadapi berbagai respons spontan penonton anak.

"Kami ingin menunjukkan bahwa persahabatan sejati tidak terhalang oleh cara seseorang berkomunikasi maupun mengekspresikan dirinya. Setiap individu memiliki cara yang berbeda menikmati pertunjukan," ujarnya dalam konferensi pers menjelang pementasan.

Dari sisi dramaturgi, Fantasy Land mengangkat pola hero's journey atau perjalanan sang pahlawan. Luna digambarkan sebagai anak yang semula dipenuhi ketakutan sebelum akhirnya belajar mengenali keberanian melalui petualangan di dunia fantasi. Cerita dikemas ringan melalui perpaduan dialog, musik, tari, serta visual yang mudah dipahami anak-anak.

Aktris Tika Bravani yang hadir bersama anaknya mengaku menikmati pengalaman tersebut. Ia berharap pertunjukan serupa dapat hadir di panggung yang lebih luas.

"Aku berharap Fantasy Land bisa tampil di panggung yang lebih besar. Pertunjukannya benar-benar kids friendly. Seru sekali kalau nanti ada Fantasy Land kedua," katanya.

Ia menilai pertunjukan tersebut menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan seni peran kepada anak.

"Tadi anakku bisa menikmati dan mengikuti ceritanya. Menurutku ini pengalaman yang seru."

Sejumlah tokoh dari Komisi Nasional Disabilitas, Kementerian Agama, serta pemerhati anak juga menyampaikan apresiasi lewat video pendek usai pertunjukan.

Bagi Regina Art, pertunjukan ini menjadi bagian dari upaya membuka ruang yang lebih inklusif agar seni dapat dinikmati oleh lebih banyak anak tanpa harus dibatasi oleh cara mereka berekspresi.

Ketika tirai panggung ditutup dan penonton mulai meninggalkan ruangan, yang tersisa bukan hanya kisah Luna yang menemukan keberanian. Percakapan para orang tua di lorong Galeri Indonesia Kaya memperlihatkan bahwa pertunjukan itu meninggalkan kesan lebih jauh, seni dapat menjadi ruang bersama ketika anak-anak diberi kesempatan menikmati dunia dengan caranya sendiri.

Bagikan artikel ini:

Nick Irwan

Nick Irwan

Jurnalis

Jurnalis berdedikasi dengan fokus pada berita investigasi dan human interest.

Komentar (0)

Login untuk memberikan komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Kategori Terkait