Iklan
Beranda / Religi
📰 RELIGI

Sambut HUT ke-81 RI, JDN dan Delapan Aras Gereja Gelar Momentum Kesatuan Nasional Indonesia

Elly Wati Simatupang

Elly Wati Simatupang

Jurnalis

📅 21 Jul 2026
⏱️ 20:24 WIB
⏱️ 4 min read
Sambut HUT ke-81 RI, JDN dan Delapan Aras Gereja Gelar Momentum Kesatuan Nasional Indonesia

JDN bersama delapan Aras Gereja menggelar Momentum Kesatuan Doa Nasional pada 17 Agustus 2026 untuk menoakan pemulihan bangsa dan menyambut HUT ke-81 RI.

SLNpost, Jakarta – Para pemimpin aras gereja bersama Jaringan Doa Nasional (JDN), Forum Umat Kristen Indonesia (FUKRI), Full Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI), dan berbagai lembaga pelayanan Kristen akan menggelar Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN) pada 17 Agustus 2026. Gerakan tersebut menjadi ajakan bagi umat Kristen di seluruh Indonesia untuk bersatu dalam doa bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Mengangkat tema "Kolektif, Sinergi, dan Bertumbuh untuk Kebangkitan Indonesia", MKDN dirancang sebagai gerakan doa lintas denominasi yang mengajak gereja, sinode, komunitas doa, serta umat percaya membangun kesatuan iman sekaligus mendoakan masa depan bangsa.

Ketua Panitia MKDN, Ps. Festy Sarumaha, mengatakan gerakan ini berangkat dari kerinduan agar Gereja Indonesia mengambil bagian dalam menghadapi berbagai tantangan yang sedang dialami bangsa melalui doa bersama.

"Momentum Kesatuan Doa Nasional merupakan seruan bagi seluruh umat Tuhan untuk merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat sebagaimana tertulis dalam 2 Tawarikh 7:14," ujar Festy dalam konferensi pers di Gereja Kristen Bersinar (GKB), Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, MKDN tidak lahir sebagai respons politik ataupun untuk menghakimi pemerintah maupun masyarakat. Sebaliknya, gerakan ini menjadi panggilan rohani agar umat percaya bersatu memohon hikmat, pengharapan, dan pemulihan bagi Indonesia di tengah berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi hingga meningkatnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran.

"Di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi bangsa, kami percaya doa menjadi bagian penting untuk membawa pengharapan. Karena itu kami mengajak seluruh tubuh Kristus bersatu mencari wajah Tuhan," katanya.

Festy menambahkan, penyelenggaraan MKDN melibatkan panitia yang berasal dari berbagai gereja, lintas generasi, serta lintas denominasi sebagai cerminan semangat persatuan Gereja Indonesia.

Fasilitator Umum JDN, Pdt. Aristarkus Tarigan, mengatakan seluruh aras gereja nasional telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan MKDN. Ia menyebut JDN hadir sebagai penghubung sekaligus penggerak gerakan doa nasional.

Menurut Aristarkus, Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan respons bersama dari umat percaya. Karena itu, kesatuan gereja dinilai menjadi modal penting untuk bersama-sama mendoakan pemulihan bangsa.

"JDN berperan sebagai katalisator, konektor, dan mobilisator dalam gerakan doa bersama. Ini adalah kerinduan seluruh tubuh Kristus untuk melihat Indonesia mengalami pemulihan," ujarnya.

Puncak MKDN akan digelar di Balai Sarbini, Jakarta, pada Senin, 17 Agustus 2026, dengan melibatkan sekitar 1.200 peserta. Rangkaian kegiatan berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB, sedangkan puncak acara dijadwalkan pada pukul 17.30–21.00 WIB.

Secara bersamaan, gereja-gereja di berbagai ibu kota provinsi juga akan mengadakan doa bersama sebagai bagian dari gerakan nasional tersebut melalui pembangunan mezbah doa di daerah masing-masing.

Pembina JDN, Ps. Tony Mulia, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan kelanjutan dari gerakan doa yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir. Sebelumnya, empat penyelenggaraan pertama dipusatkan di Semarang.

Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian acara akan berfokus pada penyembahan dan doa tanpa sesi khotbah. Penyanyi rohani Ps. Sidney Mohede dijadwalkan memimpin penyembahan melalui lagu “Doa Kami” sebuah ungkapan doa bagi bangsa yang mengajak seluruh umat Tuhan bersatu memohon pemulihan, hkmat, dan damai sejahtera bagi Indonesia.

Selain dihadiri langsung peserta di Jakarta, kegiatan juga disiarkan secara langsung melalui platform digital agar gereja-gereja di seluruh Indonesia dapat berpartisipasi. Hingga kini, panitia mencatat sedikitnya 51 kota telah menyatakan bergabung dalam gerakan doa nasional tersebut.

Festy mengungkapkan rangkaian acara tidak hanya berisi doa dan penyembahan, tetapi juga deklarasi bersama serta penampilan pujian, termasuk lagu-lagu rohani daerah. Salah satu sesi juga akan melibatkan anak-anak yang turut mendoakan Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Umum JDN Heri Purnomo menegaskan bahwa fokus utama JDN adalah membangun gerakan doa bagi pemulihan bangsa.

"Pelayanan kami memang berfokus pada doa. Bidang pelayanan lainnya dijalankan oleh organisasi yang berbeda, sedangkan JDN mengambil bagian melalui gerakan doa nasional," ujarnya.

Melalui Momentum Kesatuan Doa Nasional, para penyelenggara berharap semakin banyak gereja dan umat percaya terlibat dalam membangun kesatuan serta mendoakan kehidupan rohani, sosial, ekonomi, dan masa depan Indonesia.

Gerakan ini mendapat dukungan dari delapan aras gereja nasional, yakni Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persekutuan Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Indonesia (PGBI), Gereja Ortodoks Indonesia (GOI), Bala Keselamatan, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), bersama JDN, FUKRI, FGBMFI, serta sejumlah lembaga pelayanan Kristen lainnya. (EW)

Bagikan artikel ini:

Elly Wati Simatupang

Elly Wati Simatupang

Jurnalis

Pendiri Suara Lintas Indonesia

Komentar (0)

Login untuk memberikan komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Kategori Terkait