Frederik Kalalembang Apresiasi Pengembangan LSP UMKM Mahkota Mahakam, Dorong Sangtorayaan Naik Kelas
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
Frederik Kalalembang mengapresiasi Dr. Eko Sugiarto atas pengembangan LSP UMKM Mahkota Mahakam dan mendorong Sangtorayaan memperkuat kompetensi serta mengembangkan UMKM.
SLNpost.id, Jakarta — Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum IKaT Nusantara, Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang, menyampaikan apresiasi kepada Dr. Eko Sugiarto, S.H., M.H., atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam mengembangkan Lembaga Sertifikasi Profesi Usaha Mikro Kecil Menengah Mahkota Mahakam (LSP UMKM Mahkota Mahakam).
Dr. Eko Sugiarto yang merupakan anggota IKaT Nusantara dan berdomisili di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, diketahui menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah LSP UMKM Mahkota Mahakam. Dalam dokumen badan hukum, ia juga tercatat sebagai Komisaris Utama PT Lembaga Sertifikasi Profesi Usaha Mikro Kecil Menengah Mahkota Mahakam.
LSP UMKM Mahkota Mahakam berkedudukan di Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Lembaga tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pelaku UMKM melalui pembinaan, pendampingan serta sertifikasi kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.
Frederik menilai pembangunan lembaga sertifikasi tersebut merupakan proses yang membutuhkan komitmen, ketekunan, sekaligus kemampuan membangun koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah yang menangani sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
“Saya menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Dr. Eko Sugiarto, S.H., M.H. Apa yang dicapai merupakan hasil kerja keras, ketekunan dan dedikasi. Saya berharap keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, khususnya para pelaku UMKM,” kata Frederik.
Menurut dia, keberadaan lembaga sertifikasi profesi tidak seharusnya dipahami sebatas penerbitan dokumen sertifikasi. Lebih dari itu, sertifikasi harus menjadi instrumen untuk memastikan kompetensi seseorang dapat diuji dan memperoleh pengakuan berdasarkan standar yang berlaku.
Frederik juga mengajak masyarakat Sangtorayaan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki Dr. Eko Sugiarto, terutama bagi mereka yang telah menjalankan usaha maupun yang baru berencana mengembangkan UMKM.
“Saya mengajak saudara-saudara kita Sangtorayaan di mana pun berada, apabila memiliki UMKM atau mempunyai rencana membangun usaha, silakan berkomunikasi dan berkonsultasi dengan Dr. Eko Sugiarto,” ujarnya.
Ia mengatakan, konsultasi dan pendampingan diperlukan agar pelaku UMKM dapat memahami berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kompetensi, legalitas, kebutuhan sertifikasi hingga membangun komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah daerah.
Frederik menilai masih banyak pelaku usaha yang memiliki produk dan potensi besar, tetapi kesulitan mengembangkan bisnis karena keterbatasan informasi, pendampingan, manajemen, pemasaran, akses pembiayaan maupun jaringan.
“Jangan sampai masyarakat mempunyai produk yang bagus dan kemauan bekerja, tetapi tidak berkembang hanya karena tidak mengetahui ke mana harus bertanya dan bagaimana mengurusnya. Di sinilah pendampingan menjadi penting,” katanya.
Ia juga mendorong pelaku UMKM agar lebih aktif membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah provinsi, serta dinas yang membidangi koperasi dan UMKM maupun instansi terkait lainnya.
Menurut Frederik, peluang dan program pemerintah akan lebih mudah dimanfaatkan apabila pelaku usaha memahami mekanisme, memenuhi persyaratan dan mempersiapkan usahanya secara profesional.
“Kita jangan hanya menunggu bantuan pemerintah. Kita harus aktif mencari informasi, belajar, bertanya dan mempersiapkan usaha kita. Kalau persyaratan dipenuhi, kompetensi ditingkatkan dan komunikasi dengan pemerintah setempat dibangun dengan baik, saya yakin akan semakin banyak peluang yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM kita,” tegasnya.
Frederik berharap LSP UMKM Mahkota Mahakam bersama Dr. Eko Sugiarto dapat menjadi penghubung bagi masyarakat dalam meningkatkan kompetensi sekaligus membuka akses terhadap berbagai peluang pembinaan dan pengembangan usaha.
Ia menegaskan, semangat tersebut juga sejalan dengan tujuan keberadaan IKaT Nusantara sebagai wadah persaudaraan masyarakat Toraja atau Sangtorayaan di berbagai wilayah.
“Toraja adalah rumah besar kita. Sangtorayaan tersebar di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri. Kalau ada saudara kita yang mempunyai ilmu, pengalaman, jaringan dan kompetensi, maka itu harus menjadi kekuatan bersama. Kita saling membantu supaya semakin banyak saudara kita yang maju,” tutur Frederik.
Menurut dia, organisasi tidak cukup hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi harus mampu menghadirkan manfaat nyata melalui pertukaran informasi, penguatan jaringan, pembukaan peluang dan pendampingan bagi anggota maupun masyarakat.
Karena itu, Frederik berharap kompetensi Dr. Eko Sugiarto dapat dimanfaatkan lebih luas oleh Sangtorayaan, tidak hanya di Kutai Timur, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.
“Kalau ada UMKM yang ingin berkembang, mari kita arahkan. Kalau ada yang belum memahami legalitas, sertifikasi atau bagaimana membangun kemitraan dengan pemerintah daerah, mari kita bantu dan dampingi,” katanya.
Frederik menilai penguatan UMKM tidak cukup dilakukan melalui dukungan permodalan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, kompetensi, tata kelola usaha, akses informasi, jaringan serta pasar juga menjadi faktor penting agar UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Kita ingin UMKM Sangtorayaan bukan hanya sekadar bertahan, tetapi benar-benar tumbuh dan naik kelas. Usahanya harus profesional, produknya semakin berkualitas, pasarnya semakin luas dan pada akhirnya mampu membuka lapangan pekerjaan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Frederik kembali menyampaikan selamat kepada Dr. Eko Sugiarto atas pengembangan LSP UMKM Mahkota Mahakam. Ia berharap capaian tersebut menjadi awal dari kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Selamat dan sukses kepada Dr. Eko Sugiarto, S.H., M.H. Teruslah berkarya dan gunakan ilmu, kompetensi serta jaringan yang dimiliki untuk membantu masyarakat. Keberhasilan akan jauh lebih berarti apabila dapat membuka jalan bagi orang lain untuk ikut maju dan berhasil,” pungkas Frederik. (Red/EW)
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
Pendiri Suara Lintas Indonesia
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Tagar Terkait
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Kepala Biro Humas Kementerian ATR/BPN Tekankan agar Satuan Kerja Tingkatkan Tata Kelola Pengaduan Masyarakat
14 Dec 2024, 04:30 WIB
Dokumen Pertanahan Elektronik Diharapkan Jadi Alat Bukti di Pengadilan, Sekjen ATR/BPN: Integritas Akan Kami Pastikan
30 Nov 2024, 04:17 WIB
Opening GEM Indonesia Solartech Indonesia 2023, Lighting 2023, Battery & Energy Storage 2023, Smart Home
02 Mar 2023, 05:31 WIB
Hari Anak Nasional 2026, Joane Win Ajak Hadirkan Dunia yang Lebih Ramah dan Inklusif bagi Anak Indonesia
24 Jul 2026, 23:41 WIB
Menteri PANRB Resmikan Empat MPP di Sumatra, Gerbang Investasi dan Peningkatan Ekonomi
12 May 2023, 14:32 WIB
Bedah Buku Kiai Sadrach Sebuah Perjalanan Kristen Jawa Tekankan Relevansi Penginjilan Berbasis Budaya
22 Mar 2025, 08:21 WIB
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Kepala Biro Humas Kementerian ATR/BPN Tekankan agar Satuan Kerja Tingkatkan Tata Kelola Pengaduan Masyarakat
14 Dec 2024, 04:30 WIB
Dokumen Pertanahan Elektronik Diharapkan Jadi Alat Bukti di Pengadilan, Sekjen ATR/BPN: Integritas Akan Kami Pastikan
30 Nov 2024, 04:17 WIB
Opening GEM Indonesia Solartech Indonesia 2023, Lighting 2023, Battery & Energy Storage 2023, Smart Home
02 Mar 2023, 05:31 WIB
Hari Anak Nasional 2026, Joane Win Ajak Hadirkan Dunia yang Lebih Ramah dan Inklusif bagi Anak Indonesia
24 Jul 2026, 23:41 WIB
Menteri PANRB Resmikan Empat MPP di Sumatra, Gerbang Investasi dan Peningkatan Ekonomi
12 May 2023, 14:32 WIB
Bedah Buku Kiai Sadrach Sebuah Perjalanan Kristen Jawa Tekankan Relevansi Penginjilan Berbasis Budaya
22 Mar 2025, 08:21 WIB


