Iklan
Beranda / Hukum
📰 HUKUM

Obrolan Umat Rpk: Dana Kas dan Bayang-Bayang Korupsi

Elly Wati Simatupang

Elly Wati Simatupang

Jurnalis

📅 14 Feb 2026
⏱️ 15:55 WIB
⏱️ 2 min read
👁️ 6 views
Obrolan Umat Rpk: Dana Kas dan Bayang-Bayang Korupsi

SLN.com, JAKARTA — Jumat sore (13/02), ruang siaran Radio Pelita Kasih di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, membincangkan tema yang akrab di telinga banyak komunitas, kas. Program radio Obrolan Umat (OBAT) menga...

SLN.com, JAKARTA — Jumat sore (13/02), ruang siaran Radio Pelita Kasih di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, membincangkan tema yang akrab di telinga banyak komunitas, kas. Program radio Obrolan Umat (OBAT) mengangkat topik bertajuk “Kasak-kusuk KAS”, membedah soal pengelolaan dana umat dan risiko penyalahgunaannya.

Hadir sebagai narasumber, S.T. Herbert Aritonang, advokat sekaligus pengamat sosial, menyoroti fenomena penggelapan dana kas yang menurutnya kerap berulang di berbagai lingkungan. Ia menyebut praktik tersebut bukan hanya pelanggaran moral, melainkan dapat masuk kategori tindak pidana korupsi bila memenuhi unsur hukum.

Dalam siaran itu, Herbert menjelaskan sejumlah faktor yang sering melatarbelakangi penggelapan, mulai dari tekanan ekonomi hingga pola hidup konsumtif. “Masalahnya sering bukan sekadar kebutuhan, tetapi gaya hidup,” ujarnya dalam diskusi tersebut.

Ia menekankan pentingnya sistem pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan dana komunitas. Menurutnya, sanksi terhadap pelaku harus tegas agar memberi efek jera. Dalam pandangannya, hukuman maksimal, bahkan hingga hukuman mati bagi koruptor, layak dipertimbangkan sebagai bentuk keseriusan negara melawan korupsi.

Herbert dikenal sebagai advokat yang kerap menyuarakan agenda antikorupsi. Di luar profesinya sebagai praktisi hukum, ia juga aktif sebagai Sintua atau pelayan gereja. Kombinasi peran itu membuatnya kerap berbicara tentang etika publik dan tanggung jawab sosial, termasuk dalam pengelolaan dana umat.

Program OBAT sore itu tidak hanya membahas aspek hukum, tetapi juga mengingatkan bahwa kas komunitas dibangun dari kepercayaan. Ketika kepercayaan retak, yang hilang bukan sekadar angka dalam pembukuan, melainkan legitimasi moral sebuah komunitas.

Bagikan artikel ini:

Elly Wati Simatupang

Elly Wati Simatupang

Jurnalis

Pendiri Suara Lintas Indonesia

Komentar (0)

Login untuk memberikan komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Kategori Terkait