#Dengar
Kumpulan artikel terkait topik #Dengar.
Menampilkan 61 artikel untuk #Dengar
Sosial
81 Tahun Merdeka, Mengapa Indonesia Masih Cemas?
Terapis pijat refleksi harus berani menekan titik saraf agar penyakit terdeteksi. Begitu pula tubuh bangsa ini, jeritannya nyata terdengar di media sosial. Menuju Indonesia Emas, rakyat tak butuh pesta meriah, melainkan penanganan tepat. Kemerdekaan sejati sesuai Pasal 27 UUD 1945 bukanlah bertahan dalam cemas, melainkan kepastian esok hari, dapur tetap ngebul dan pekerjaan tetap ada.
Sosial
Gomar Gultom: Seberapa Merdeka Kita?
Menjelang 81 tahun kemerdekaan Indonesia, pertanyaan tentang makna merdeka kembali relevan, apakah kemerdekaan cukup diukur dari terbebasnya bangsa dari penjajahan?
Sosial
Perempuan Merdeka
Di usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Joane Win melihat kemerdekaan perempuan bukan sekadar hak untuk bersuara, tetapi juga kesempatan untuk hidup aman, menentukan pilihan, dan mendapatkan ruang yang setara.
Hiburan
Fantasy Land Sukses Dipentaskan
Seorang anak menangis di tengah pertunjukan, tetapi tak ada yang memintanya keluar. Itulah salah satu momen yang membuat Fantasy Land karya Regina Art menuai apresiasi.
Gaya Hidup
Ruang Seni Belum Ramah untuk Semua Anak?
Anak juga memiliki hak untuk menikmati ruang kebudayaan, termasuk seni pertunjukan, tanpa harus memenuhi standar perilaku yang sama.
Religi
Eclesia Domestica, Ketika Rumah Menjadi Tempat Pertama Kasih Dinyatakan
Saat kesehatan mental menjadi perhatian, keluarga kembali dipandang sebagai tempat pertama seseorang belajar dikasihi. Mengapa hal itu penting?
Sosial
PAS atau PASRAH?
Bekerja dari pagi hingga malam, namun yang tersisa hanya cukup untuk esok hari. Saat hidup terus "pas", benarkah banyak orang mulai belajar "pasrah"?
Bisnis
Orang Indonesia yang "Menciptakan" Pepaya California
Bukan buah impor. Pepaya California yang memenuhi pasar ternyata hasil pemuliaan peneliti IPB. Mengapa namanya justru membuat banyak orang keliru?
Politik
Partai yang Terlalu Serius
Fenomena partai satire Denmark mengingatkan bahwa krisis terbesar politik bukan kekalahan dalam pemilu, melainkan hilangnya kepercayaan publik. Tanpa kepercayaan, demokrasi hanya menyisakan prosedur tanpa makna.
Budaya
Imlek yang Tak Masuk Linimasa
SLN.com, JAKARTA — Di pusat perbelanjaan ibu kota, lampion merah sudah mulai tergantung rapi dan jadwal pertunjukan barongsai yang mengundang akan mengundang kerumunan pun sudah terpampang di sudut-sudut media informasi....
Opini
Spiritualitas dan Mesin Pencari
[caption id="attachment_5114" align="alignnone" width="1153"] Seorang pria duduk menghadap kamera dengan latar ilustratif bernuansa kosmik dan simbol-simbol digital, menyerupai antarmuka mesin pencari. Visual ini merepre...
Opini
Panggung di Atas Pundak yang Lelah
suaralintasnusantara.com - Di sebuah bukit, ribuan orang datang dengan perut kosong. Mereka hadir untuk menyaksikan, mendengar, menerima. Hanya seorang anak kecil yang membawa bekalnya, lima roti dan dua ikan, sebuah beb...
